Home Sosial & Ekonomi Buat Yang Gak Mudik, Pemerintah Gratiskan Ongkir Halbolnas Ramadan Sebesar Rp500 Miliar

Buat Yang Gak Mudik, Pemerintah Gratiskan Ongkir Halbolnas Ramadan Sebesar Rp500 Miliar

by admin

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Pemerintah akan menyiapkan Program Gratis Ongkos Kirim (Ongkir) di Hari Belanja Online Nasional di akhir bulan Ramadan (Harbolnas Ramadan). 

Kepada Tungkumenya.com dilaporkan, program gratis ongkir ini dikhususkan untuk produk UMKM dalam negeri. 

“Diutamakan untuk produk dalam negeri, ongkir ditanggung Pemerintah dalam bentuk subsidi dan ongkir ini disiapkan Pemerintah dengan anggaran sebesar 500 milyar rupiah,” kata Menko Airlangga, Senin (12/4). 

Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Harbolnas Ramadan ini akan diselenggarakan selama 5 hari yakni pada H-10 s/d H-6 Idulfitri. Program ini sendiri bekerjasama dengan asosiasi, platform digital, pelaku UMKM, produsen lokal, dan para pelaku logistik lokal untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. Program gratis ongkir ini untuk mengungkit daya beli masyarakat selama masa larangan mudik atau libur lebaran. 

“Dengan demikian Pemerintah berharap bahwa dalam situasi Bulan Ramadan terjadi peningkatan konsumsi. Oleh karena itu Pemerintah mendorong masyarakat untuk tidak mudik tetapi bisa mengirim barang ke daerah. Pemerintah yang tanggung ongkosnya,” jelas Airlangga. 

Selain itu, Ia juga menyampaikan update perkembangan terkait vaksinasi. Utamanya untuk para lansia yang memang sudah menjadi prioritas Pemerintah, vaksinasi untuk kelompok tersebut dilakukan percepatan. Untuk itu, dirinya menegaskan bahwa pandemi belum berakhir dan menghimbau agar masyarakat tidak gegabah menganggap pandemi telah selesai. 

“Meskipun vaksinasi sudah dilakukan namun masih ada target vaksinasi yang harus dicapai,” ujarnya. 

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo menargetkan pada bulan Juni atau Juli 70 juta vaksinasi harus sudah dilakukan. 

Untuk mencapai target tersebut Pemerintah telah memperoleh akses untuk empat jenis vaksin yang berbeda dan mengupayakan seluruh vaksin tersebut bisa dikirim sesuai dengan yang dijanjikan. 

“Hingga saat ini proses vaksinasi masih dalam schedule yang diharapkan Pemerintah,” pungkasnya. (Lita Anggraini) 

Related Articles

Leave a Comment