Home RumahK3 Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Perjalanan Dinilai Tak Efektif, Dokter Tirta: Ini Kesehatan, Bukan Makanan!

Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Perjalanan Dinilai Tak Efektif, Dokter Tirta: Ini Kesehatan, Bukan Makanan!

by admin

JAKARTA- Sertifikat vaksin mulai dijadikan sebagai syarat utama melakukan kegiatan di beberapa faktor.

Selama kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ditetapkan sejak 3 Juli 2021 lalu, syarat utama perjalanan udara juga wajib menyertakan sertifikat vaksin.

Namun kebijakan tersebut menuai pro dan kontra, terlebih lagi bagi masyarakat yang tidak bisa menerima vaksin karena kondisi tertentu hingga kekhawatirkan adanya sertifikat palsu.

Kekhawatiran tersebut dirasakan oleh dokter sekaligus pengusaha Tirta Mandira Hudhi atau yang akrab disapa dokter Tirta.

Melalui akun media sosialnya, dokter Tirta mengungkapkan program sertifikat vaksin sebagai syarat penerbangan dinilai tidak efektif.

Menurutnya ada beberapa faktor, yakni dosis vaksin yang seharusnya diterima dua kali dinilai belum merata.

Selain itu, dokter Tirta menyebut vaksinator di Indonesia terbatas.

1. Dosis vaksin belum merata

2. Vaksinator pun terbatas

3. Ga semua orng bisa divaksin krena beberapa kondisi

4. Pasien post covid harus nunggu 3 bulan

Yang ada banyak yang jual sertifikat palsu nanti,” ungkap dokter Tirta, Rabu 4 Agustus 2021.

Dokter Tirta blak-blakan menyampaikan kritik dan masukan kepada Kementerian Kesehatan terkait sertifikat vaksin Covid-19 menjadi syarat perjalanan.

Jika kebijakan tersebut tetap dijalankan, dokter Tirta meminta aar dosis vaksin harus merata bagi masyarakat.

Kepada Tungkumenyala.com dilapotkan, selain itu, dokter Tirta mengharapkan adanya solusi untuk masyarakat yang tidak bisa menerima vaksin serta penyitas Covid-19.

“Jika anda mau membuat sertifikat vaksin sebagai syarat administrasi

Perhatikan

1. Dosis harus merata

2. Solusi buat yang nggak bisa vaksin

3. Solusi buat pasien post covid yang baru sembuh

Jangan biasakan buat kebijakan instan. Ini kesehatan. Bukan makanan,” tegas dokter Tirta.

Terakhir, dokter Tirta juga membandingkan kondisi di Inggris yang memberlakukan syarat serupa namun sejalan dengan ketersediaan vaksin.

Saran buat @kemenhub151 dan @kemenkes_ri

Tolong di evaluasi perihal kebijakan sertifikat vaksin sebagai sarana syarat administrasi transportasi. Itu sangat tidak efektif

Wong jelas dosisnya aja belum merata. Tanya ke @kemenkes_ri , bisa kan?

Kalo di Inggris enak, vaksin emang syarat, tapi ada prosedur , kalo belum vaksin, bisa vaksin d tempat . Dosis cukup. Data pun udah bagu, ga pake fotokopi2 an,” ungkap dokter Tirta dalam keterangan foto.

Kritik kebijakan sertifikat vaksin untuk syarat perjalanan, dokter Tirta sebut dampak jika kebijakan tersebut dijalankan. IG/@dr.tirta. (Jumiyem)

Related Articles

Leave a Comment