Home RumahPengasuhan Anak Perhatikan Hal Ini Saat Anak di Usia Emas

Perhatikan Hal Ini Saat Anak di Usia Emas

by Puan Datu

Jakarta – Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 mencatat bahwa 24,4% balita Indonesia berada dalam kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi (stunting). Itu artinya, 1 dari 4 balita di Indonesia mengalami permasalahan gizi kronis. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena  tumbuh-kembang anak di usia dua tahun pertama  memberi pengaruh besar terhadap kehidupan mereka selanjutnya.

Sejak lama, dunia kedokteran mengenal istilah usia emas atau usia emas. Golden age sebenarnya meliputi 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai usia anak mencapai dua tahun. Orang tua diwanti-wanti untuk memperhatikan asupan dan pengasuhan untuk mengoptimalkan pertumbuhan anaknya di usia ini.

Pasalnya, di masa golden age inilah otak anak tumbuh secara maksimal, pun demikian dengan  pertumbuhan fisik.  Di mana juga terjadi perkembangan kepribadian anak dan pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi. Jika berbagai kebutuhan anak diabaikan pada masa golden age, dikhawatirkan tumbuh kembang anak tidak optimal.

Berbagai masalah yang terjadi akibat kurangnya pemenuhan kebutuhan anak pada masa golden age antara lain adanya gangguan kognitif, stunting atau perawakan pendek, serta adanya keterlambatan bicara maupun gangguan perilaku lainnya. Maka, penting bagi orang tua untuk mengenal tiap tahapan golden age anak serta memberikan perlakuan dan stimulasi yang sesuai.

Di masa golden age inilah otak anak tumbuh secara maksimal, pun demikian dengan  pertumbuhan fisik.  Di mana juga terjadi perkembangan kepribadian anak dan pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi.

Adapun tahap yang perlu diperhatikan orang tua  antara lain adalah:

1. Tahap pertumbuhan
Anak akan mengalami pertumbuhan fisik, mulai dari peningkatan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Dalam tahap ini, orang tua perlu untuk melakukan pemantauan, terutama mengenai status gizi anak untuk mendukung pertumbuhan fisik anak secara optimal.

2. Tahap perkembangan anak
Dalam tahap ini, anak yang mengalami lima jenis perkembangan antara lain:
– Motorik kasar, yaitu kemampuan yang berkaitan dengan gerakan tubuh dalam menggunakan otot besar, baik sebagian besar maupun seluruh anggota tubuh.
– Motorik halus, yaitu kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan fisik yang melibatkan koordinasi mata, tangan, dan otot-otot kecil. Contohnya adalah menggunakan pensil, mengancing baju, menggunakan sendok dan garpu, melipat kertas, dan lain-lain.
– Kognitif, yaitu kemampuan anak dalam mengolah dan mengelompokkan sesuatu yang tampak oleh inderanya. Contohnya, anak usia dua bulan mulai tertarik dengan wajah ibu, usia enam bulan mulai mencari benda yang jatuh, usia dua tahun mulai mengelompokkan benda berdasarkan kesamaan (hewan, kendaraan, dan sejenisnya). Untuk jenis perkembangan ini, peran orang tua sangat diperlukan untuk melatih dan menstimulus kognitif anak sejak dini.
– Bicara, yaitu perkembangan bicara seorang anak yang meliputi berceloteh (cooing) saat usia 2-3 bulan, mengoceh (babbling) saat usia 6-9 bulan, dan telah memahami kosa kata dan perintah hingga kalimat seiring pertumbuhan usia.
– Interaksi sosial, yaitu perkembangan anak dalam melakukan interaksi terhadap orang dan lingkungan sekitarnya. Contohnya saat anak berusia tiga bulan mulai tersenyum, usia enam bulan mulai tertawa, dan usia sembilan bulan mengucapkan kata sederhana seperti ‘bye-bye’ sebagai respons terhadap sekitarnya. Biasanya saat mencapai usia 1-2 tahun anak juga sudah mulai bermain dengan teman atau anak lain.

Untuk memaksimalkan tahapan tumbuh kembang yang dialami anak, diperlukan peran besar orang tua dalam mendampingi dan memberi stimulus tepat. Beberapa rekomendasi cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mendorong tumbuh kembang anak yang optimal, antara lain:
– Bersikap penuh kasih sayang, hangat, dan responsif.
– Memahami bahwa anak itu unik.
– Membuat rutinitas menyenangkan dan bermanfaat bersama anak.
– Memberikan stimulasi (mengajak bicara, membaca, menyanyi, bermain, dan sejenisnya).
– Memilih tontonan yang baik sesuai usia anak.
– Memberikan pengawasan yang baik pada anak untuk keamanan dan keselamatannya.

Jika dalam tahapan dan proses tumbuh kembangnya anak memiliki keterlambatan ataupun gangguan, orang tua dapat segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi penanganan yang tepat. Maka, penting untuk terus mendukung tumbuh kembang anak dan memperhatikan tiap keberlangsungan hidupnya menuju dewasa.

Artikel ini dibuat dan diterbitkan oleh Siloam Hospitals, baca selengkapnya di: *https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/golden-age-pada-anak-dan-tahapan-pentingnya*

Related Articles

Leave a Comment